NPM : 0119073331
Kelas : Reguler 2 A
Makul : UTS B. Indonesia
1. Tema revolusi industri 4.0 nampaknya sedang menjadi tema yang sangat menarik. Tema ini selalu diangkat dalam berbagai forum karena kehadiran revolusi industri 4.0 memengaruhi segala bidang hidup manusia.
Revolusi industri 4.0 merupakan revolusi industri keempat dan
hadir setelah terjadi revolusi industri pertama dengan ditemukannya mesin uap.
Revolusi industri kedua yang berkaitan dengan listrik, revolusi industri ketiga
yang serba komputerisasi.
Revolusi industri 4.0 adalah revolusi
yang mendekatkan pasar kepada produsen. Kalau dulu pasar melalui pasar
tradisional atau modern, sekarang pasar didekatkan dengan teknologi informasi
sehingga pasar bisa memasarkan langsung produknya, di era ini iklim bisnis berubah, bisnis
konvensional berubah menjadi berbagai macam jenis bisnis baru, dan ini menjadi
kesemapatan untuk mendevelop bisnis-bisnis kita, sedang fokus disini, apa-apa yang bisa kita manfaatkan karena
internet bisa untuk meningkatkan marketing, branding dan belanja. Dari 143,26
juta sebanyak 50,08 persen menggunakan internet dengan ponsel. ( https://ugm.ac.id/id/berita/17335-revolusi-industri-4-0-era-ekonomi-berbagi )
2. Bahasa,budaya, dan masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat. Karea bahasa adalah suatu budaya yang di lakukan oleh masyarakat, kita sebagai manusia tidak bisa hidup tanpa bahasa , karena bahasa adalah budaya yang dihasilkan oleh suatu komunitas yang tindakanya didasari atas hasil ilmiah teknis dan alat komunikasi untuk seluruh lapisan masyarakat. Bahkan, orang bisu pun mereka memiliki bahasa atau yang biasa di sebut dengan bahasa isyarat.
Hubungan antara ketiga di atas tentu sangat mempengaruhi perkembangan bahasa itu sendiri, khususnya bahasa indonesia di dunia akademik. Dalam budaya akademik peran pikiran lebih dominan di banding peran emosi.
Bagi mahasiswa, faktor-faktor yang dapat menghasilkan prestasi akademik itu ialah terprogramnya kegiatan belajar, kiat untuk memburu referensi aktual dan mutakhir, diskusi substansial akademik, dan sebagainya. Dengan melakukan aktivitas seperti itu di harapkan dapat di kembangkan budaya mutu yang secara bertahap dapat menjadi kebiasaan dalam perilaku tenaga akademik dan mahasiswa dalam proses pendidikan di perguruan tinggi.
3. MENYIMAK, disebut juga keterampilan mendengar, adalah
kemampuan dalam memahami bahasa lisan yang sifatnya reseptif, sehingga menyimak
bukanlah sekedar mendengar bunyi dari bahasa saja namun sekaligus kemampuan
dalam memahami makna dari bahasa tersebut.
BERBICARA, merupakan kemampuan dalam mengutarakan sesuatu
secara oral. Pada keterampilan ini seseorang diharapkan mamu mengucapkan bunyi
dengan jelas, menggunakan tekanan, nada dan intonasi yang jelas, menggunakan
bentuk-bentuk dan urutan kata dan lain sebagainya.
MEMBACA, merupakan keterampilan reseptif bahasa dalam
bentuk tulisan. Keterampilan ini bisa dikembangkan secara terpisah dari
keterampilan mendengar dan juga berbicara namun akan selalu terhubung dengan
keterampilan menulis.
4.
A. sakpore
= hebat
B. brayan
urip = saling menghidupi
C. guyup
rukun = gotong royong
D. kregang
= kerja bakti
E. aroh-aroh
= memanggil
F. atang-atang=
mlumah/tidur mengkurep
G.panasten
= iri hati
H. brontol-brontol=
bentol2
I. kadingaren
= tidak biasayna
J. dada-dada=
melambaikan tangan
K. di
bel bae ra = di telpon saja
L. digeblak-geblak=dibanting
M. etok-etok=pura2
N. fitnah
ke’ra =jangan bersaksi dusta
O. Gebrak - Gebrak = Mengentuk Pintu Dengan Keras
P. horek2=gorengan
Q. kaku tenan =lucu banget
R. lowo lanang=batman
S. nggili sepur = jalan raya
T. Ora Nggenah =
Tidak Bener
5.
2
3. Kata Baku:Balsam
Kata tidak baku : Balsem
Kata Baku : Aksesoris
Kata tidak baku : Asesoris
Kata Baku : Bolpoin
Kata tidak baku : Ballpoint
Kata Baku : Pensil
Kata tidak baku : Pencil
Kata Baku : Kacamata
Kata tidak baku : Kaca Mata
Kata Baku : mie sedap
Kata tidak baku : Mie sedaap






Tidak ada komentar:
Posting Komentar