Nama : Aiyna salsa biella
NPM : 0119073331
Kelas :Reguler 2A
Makul : B. Indonesia
Dosen pengampu : Erwan K.
TUGAS 1
1. Judul Buku Manajemen
Sumber Daya Manusia Prof. Dr. Wibowo,
S.E, M.Phil.
2.Penerbit CV. R.A.
De.Rozarie ( Anggota Ikatan Penerbit Indonesia ) Jl. Ikan Lumba-Lumba Nomor 40
Surabaya, 60177 Jawa Timur – Negara Kesatuan Republik Indonesia www.derozarie.co.id
– tomy@untag-sby.ac.id
3. Kelebihan buku ini
adalah isinya sangat menarik sekali karena didalam buku tersebut banyak sekali
makna-makna dari manajemen yang belum saya ketahui.
4. Kekurangan buku ini
banyak Kata- Kata yang mungkin tidak bisa di pahami oleh sipembaca karena
banyak yang mengandung filsuf, dan buku ini edisi revisi jadi mungkin banyak
kekeliruan dalam isinya sampul kurang menarik karena di desain sesimpele
mungkin .
5. Buku Manajemen Sumber Daya Manusia
menceritakan tentang salah satu fungsi
manajemen sumber daya manusia yaitu staffing dan employee relation. Tentu saja
kita sudah tidak asing lagi mendengar istilah tersebut. Namun istilah tersebut
akan menjadi asing ketika di tarik ke dalam ranah keilmuan khususnya kajian
studi manajemen sumber daya manusia . Walaupun seseorang manusia adalah
serigala bagi sesamanya atau ungkapan aslinya “ Homo Homini Lupus “ namun ia
sebagai makhluk ciptaan Tuhan tetap wajib mendapatkan suatu pengaturan.
Manajemen sumber daya
manusia adalah aktivitas yang berhubungan dengan memperdayakan manusia dalam
suatu organisasi. Robert L Mthis dan John H. Jackson (2001) juga menyatakan
aktivitassumber daya manusia yang
mendukung usaha organisasi untuk berorientasi pada produktivitas, pelayanaan
dan kulaitas. Perencanaan sumber daya manusia berkait erat dengan bagaimana
menganisipasi permintaan sumber daya manusia. Pada tahap perencanaan ini di
lakukan analisis yang tepat tentang kebutuhan sumber daya manusia. Untuk
melakukan perencanaan di perlukan sistem informasi sumber daya manusia yang
sangat memegang peran penting untuk membuat prediksi dan penentuan kebutuhan
sumber daya manusia bagi organisasi.
Pengaturan atau
pengelolaan adalah inti dari manajemen sumber daya manusia. Manusia harus
diatur atau dikelola karena manusia adalah investasi bagi organisasi. Beberapa
bidang ilmu orientasnya pada manusia tetatpi manajeman sumber daa manusia tidak hanya mengatur manusia agar bekerja
produktif namun bagaimana menjadikan manusia berharga bagi organisasi sehingga
ia akan menunjukan kinerja unggul bagi organisasi.
6. Menurut saya buku
manajemen sumber daya manusia memberikan
banyak keunggulan yang belum saya ketahui
dan sangat menarik untuk minat baca.
TUGAS 2
1.
Ekonomi global dapat menyusut hingga satu persen pada 2020 karena pandemi
Virus Corona baru atau COVID-19, dan dapat berkontraksi lebih jauh jika
pembatasan kegiatan ekonomi diperpanjang tanpa respons fiskal memadai. Hal itu
disampaikan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (UN-DESA) yang dilansir Antara pada
Kamis (2/4/2020). Kalimat Utama.
Pengarahan UN-DESA menemukan bahwa jutaan
pekerja berisiko kehilangan pekerjaan ketika hampir 100 negara menutup
perbatasan nasional mereka. Itu bisa berarti kontraksi ekonomi global 0,9
persen pada akhir 2020, atau bahkan lebih tinggi jika pemerintah gagal
memberikan dukungan pendapatan dan membantu meningkatkan belanja konsumen. Kalimat
Penjelas
Menurut
perkiraan, penguncian di Eropa dan Amerika Utara memukul sektor jasa dengan
keras, terutama industri yang melibatkan interaksi fisik seperti perdagangan
ritel, rekreasi dan perhotelan dan transportasi. Secara kolektif,
industri-industri semacam itu mencakup lebih dari seperempat dari semua
pekerjaan di negara-negara tersebut.
Ketika
bisnis kehilangan pendapatan, pengangguran cenderung meningkat tajam, maka akan
mengubah guncangan sisi penawaran menjadi guncangan sisi permintaan yang lebih
luas bagi perekonomian. Tingkat keparahan dampak akan sangat tergantung pada
durasi pembatasan pada pergerakan orang dan kegiatan ekonomi serta pada skala
dan kemanjuran respons oleh otoritas-otoritas keuangan nasional.
Dengan
latar belakang itu, UN-DESA bergabung dengan paduan suara di seluruh sistem PBB
yang menyerukan paket stimulus fiskal yang dirancang dengan baik yang
memprioritaskan pengeluaran kesehatan dan mendukung rumah tangga yang paling
terkena dampak pandemi.
“Diperlukan
langkah-langkah kebijakan yang mendesak dan berani, tidak hanya untuk menahan
pandemi dan menyelamatkan nyawa, tetapi juga untuk melindungi yang paling
rentan di masyarakat kita dari kehancuran ekonomi dan untuk mempertahankan
pertumbuhan ekonomi serta stabilitas keuangan,” kata Liu Zhenmin Wakil
Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Ekonomi dan Sosial.
Analisis
ini juga memperingatkan bahwa efek buruk dari pembatasan ekonomi yang
berkepanjangan di negara maju akan segera menyebar ke negara-negara berkembang
melalui jalur perdagangan dan investasi. Penurunan tajam dalam pengeluaran
konsumen di Uni Eropa dan Amerika Serikat akan mengurangi impor barang-barang
konsumsi dari negara-negara berkembang.
Negara-negara
berkembang, terutama yang bergantung pada pariwisata dan ekspor komoditas, menghadapi
risiko ekonomi yang meningkat. Produksi manufaktur global dapat berkontraksi
secara signifikan, dan jumlah pelancong yang anjlok kemungkinan akan merusak
sektor pariwisata di negara-negara berkembang pulau kecil, yang mempekerjakan
jutaan pekerja berketerampilan rendah.
Badan
penerbangan sipil PBB, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, menyambut
baik komitmen para pemimpin ekonomi utama G20 akhir pekan lalu yang menunjukkan
bahwa dukungan fiskal yang berani diperlukan untuk melindungi industri perjalanan
global, untuk membantu pemulihan global dalam beberapa bulan mendatang.
Sementara
itu, penurunan pendapatan terkait komoditas dan pembalikan aliran modal
meningkatkan kemungkinan tekanan utang bagi banyak negara. Pemerintah mungkin
terpaksa membatasi pengeluaran publik pada saat mereka perlu meningkatkan
pengeluaran untuk menahan pandemi dan mendukung konsumsi dan investasi.
Elliot
Harris Kepala Ekonom dan Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Pembangunan
Ekonomi mengatakan tujuan kolektif itu haruslah pemulihan yang tangguh yang
mengembalikan planet ini ke jalur yang berkelanjutan. “Kita tidak boleh lupa
bagaimana hal itu mempengaruhi populasi yang paling rentan dan apa artinya bagi
pembangunan berkelanjutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar